Akar Bareng Fest 2026 merupakan kegiatan kolaboratif yang diselenggarakan oleh Neragreen sebagai ruang belajar bersama berbasis praktik, partisipasi, dan refleksi sosial. Kegiatan ini di lakukan di Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor pada tanggal 14-15 Februari 2026, yang melibatkan lebih dari 50 peserta. Kegiatan ini dirancang untuk memperingati hari peduli sampah nasional, bukan sekadar acara seremonial, melainkan sebagai wadah interaksi untuk bersama-sama memahami dan merespons isu lingkungan.
Akar Bareng Fest 2026 menjadi salah satu ruang kolaborasi yang menghadirkan pengalaman berbeda dalam memahami isu lingkungan. Kegiatan yang diadakan oleh Neragreen dirancang sebagai proses pembelajaran berbasis praktik, partisipasi, dan refleksi sosial. Dalam kegiatan ini, UT Youth Movement turut ambil bagian sebagai peserta yang terlibat langsung dalam berbagai rangkaian aktivitas.
Keikutsertaan UT Youth Movement dalam Akar Bareng Fest bukan hanya tentang hadir secara fisik, melainkan tentang keterlibatan aktif dalam proses belajar bersama. Acara ini mempertemukan berbagai pihah, mulai dari komunitas, warga, hingga anak-anak dalam satu ruang interaksi yang mendorong pemahaman kolektif terhadap isu lingkungan.
Pelaksanaan Akar Bareng Fest 2026 berlangsung dalam suasana yang aktif, partisipatif, dan penuh antusiasme. Salah satu kegiatan yang menjadi pengalaman bermakna adalah aksi tanam pohon. Aktivitas ini bukan hanya simbol kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan ekosistem. Melalui kegiatan ini, peserta dapat merasakan langsung bagaimana langkah sederhana seperti menanam pohon memiliki dampak jangka panjang bagi lingkungan, mulai dari menjaga kualitas udara hingga mendukung keseimbangan alam.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, UT Youth Movement juga berkontribusi melalui sosialisasi mengenai kesehatan mental. Materi yang disampaikan menyoroti bagaimana kondisi psikologis individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan sosial dan ekologis. Kesadaran akan kesehatan mental menjadi penting, mengingat tekanan psikologis, stres, serta pola hidup yang tidak seimbang dapat memengaruhi cara individu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Melalui kegiatan edukatif dan praktik lapangan, peserta diajak untuk melihat persoalan lingkungan dari sudut pandang yang lebih kontekstual. Isu seperti pengelolaan sampah, keberlanjutan sumber daya, hingga hubungan manusia dengan alam tidak hanya dibahas secara teoritis, tetapi dipahami melalui pengalaman langsung. Pendekatan ini memberikan perspektif baru bahwa solusi lingkungan membutuhkan aksi nyata dan kolaborasi lintas pihak.
Salah satu nilai penting dari Akar Bareng Fest adalah bagaimana kegiatan ini menempatkan partisipasi sebagai inti proses. Peserta tidak diposisikan sebagai penonton, melainkan sebagai bagian dari ekosistem perubahan. Keterlibatan UT Youth Movement dalam berbagai aktivitas mencerminkan peran generasi muda sebagai agen yang tidak hanya peduli, tetapi juga bersedia belajar dan berkontribusi.
Selain itu, kegiatan ini juga membuka ruang refleksi bahwa isu lingkungan bukanlah persoalan yang berdiri sendiri. Lingkungan, kesehatan, dan dinamika sosial saling terhubung dalam satu sistem yang kompleks. Pemahaman ini menjadi pengalaman berharga, terutama bagi komunitas pemuda, untuk melihat pentingnya pendekatan keseluruhan dalam merespons tantangan keberlanjutan.